Sarwendah Ungkap Kini Mandiri Biayai Anak, Pihak Ruben Onsu Beri Penjelasan soal Nafkah
Wargaplus62 – Hubungan Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian setelah persoalan mengenai biaya kebutuhan anak mencuat ke publik. Meski keduanya dikabarkan telah bertemu pada pekan sebelumnya, pernyataan dari masing-masing pihak mengenai nafkah anak masih menjadi perbincangan.
Sarwendah mengungkap bahwa sejak Desember 2025 dirinya tidak lagi menerima kiriman biaya anak dari Ruben. Kondisi tersebut membuatnya memilih bekerja dan memenuhi kebutuhan kedua putrinya dengan kemampuan finansialnya sendiri.
Sebagai seorang ibu, Sarwendah mengatakan prioritasnya saat ini adalah memastikan kedua putrinya mendapatkan kehidupan yang baik. Ia juga berharap persoalan antara dirinya dan mantan suaminya tidak menjadi beban bagi anak-anak ketika mereka dewasa.
Karena itu, Sarwendah memilih untuk fokus menjalani tanggung jawabnya sebagai orang tua. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia menyebut akan terus berusaha menyediakan tempat tinggal yang layak serta pendidikan terbaik bagi kedua putrinya.
Sarwendah juga berharap dirinya selalu diberikan kesehatan agar dapat terus mendampingi dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Meski kini mengaku mampu membiayai anak secara mandiri, Sarwendah disebut tidak menutup kesempatan bagi Ruben untuk tetap memberikan dukungan finansial kepada anak-anak mereka.
Melalui kuasa hukumnya, muncul opsi agar Ruben membuat rekening khusus yang diperuntukkan bagi kebutuhan anak. Dengan mekanisme tersebut, dana yang diberikan dapat dikelola secara lebih jelas tanpa menimbulkan persoalan baru antara kedua pihak.
Kuasa hukum Sarwendah juga menyampaikan bahwa kliennya tidak ingin lagi meminta nafkah kepada mantan suaminya. Selama sekitar enam bulan terakhir, Sarwendah disebut telah memenuhi kebutuhan finansial anak secara mandiri.
Di sisi lain, pihak Ruben Onsu memberikan penjelasan berbeda mengenai berhentinya transfer biaya anak sejak Desember 2025.
Melalui kuasa hukumnya, Ruben menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan masalah kemampuan finansial. Menurut pihak Ruben, mereka menunggu rincian mengenai kebutuhan anak yang perlu ditanggung.
Kuasa hukum Ruben menyatakan bahwa rincian tersebut tidak kunjung diterima. Karena itu, menurut penjelasan pihaknya, Ruben tidak memiliki acuan mengenai kebutuhan yang harus ditransfer.
Perbedaan keterangan tersebut membuat persoalan nafkah anak kembali menjadi sorotan. Namun di tengah polemik antara kedua pihak, kebutuhan serta kepentingan anak tetap menjadi hal utama yang diharapkan dapat diselesaikan secara baik oleh kedua orang tua.
